Cara merawat ac anda
Berita terkini dari Garda Aircon
12/03/2009
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Ada beberapa tips untuk lebih mengenal AC di rumah anda, terutama dalam hal pertinbangan akan efisiensi pemakaian, kesehatan dan keamanan bagi pengguna para penghuni rumah :
Semua jenis AC rumah tangga yang dijual di pasaran saat ini, dilengkapi remote-control dalam rangka kemudahan pengoperasiannya. Hal ini sering membuat para pengguna lupa. Ketika merasa gerah si pengguna seperti langsung merasa diingatkan agar menyalakan AC, tapi ketika dia sudah tidak di ruangan tersebut dan meninggalkannya dalam waktu lama, yang sering terjadi adalah lupa mematikannya. Hal ini selain bisa membuat mubazir, dimana unit AC menyala menggunakan energi listrik tapi tidak termanfaatkan, juga terdapat potensi bahaya, dimana AC menyala tanpa sesekali adanya perhatian dari pengguna. Walaupun AC sudah di-desain dari pabrik dengan pengamanan yang berlapis (terutama keamanan dari kejadian hubung singkat), bagaimana pun juga tetap dibutuhkan kewaspadaan dari pengguna akan kemungkinan perubahan yang terjadi pada AC. Entah itu perubahan suara, timbul bau, menjadi tidak dingin seperti biasanya, dsb. Karena kondisi awal perubahan ini bila dibiarkan bisa berpotensi akan kejadian hubung singkat yang sangat mungkin mengakibatkan kebakaran.
Fungsi AC adalah mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan udara dari ruangan dilewatkan pada media pendingin kemudian udara yang sama dihembuskan kembali ke ruangan, demikian seterusnya. Sehingga pada dasarnya, udara dingin yang terjadi adalah udara yang itu-itu juga dari ruangan tersebut. Trend teknologi AC rumah tangga sekarang banyak yang dilengkapi filter, ozonasi atau media pengikat bakteri. Tapi bagaimana pun juga kita sebaiknya tidak begitu saja mempercayai keefektifan perangkat kelengkapan AC tersebut dan mempertaruhkan kesehatan kita dan keluarga kita.
Paling tidak sehari sekali anda perlu mematikan AC ruangan tersebut barang satu-dua jam, dan membuka lebar-lebar pintu dan jendela agar terjadi pertukaran dengan udara luar.
Kemudian paling tidak sebulan sekali, anda perlu memeriksa dan membersihkan filter udara dan segala kelengkapan penyaring udara di dalam AC tersebut untuk selalu memastikan kondisi kerjanya.
Anda juga bisa meminimalisasi potensi gangguan kesehatan terhadap hal ini antara lain dengan cara seselektif mungkin dalam penggunaan AC. Misalnya bila dalam ruangan yang sama terdapat anggota keluarga yang sedang menderita sakit yang bisa ditularkan lewat udara, menurut saya akan lebih bijaksana bila untuk sementara tidak menggunakan AC.
Atau misalnya, anda perlu tegas mengendalikan perilaku anggota keluarga yang masih suka merokok di ruangan ber AC.
Saat anda menyapu, mengepel lantai, atau membersihkan perabot ruangan, sebaiknya juga anda harus mematikan AC ruangan tersebut atas pertimbangan kesehatan orang-orang di dalam ruangan tersebut.
Hal lain yang juga perlu perhatian adalah, di dalam unit AC terhadap zat media yang disirkulasikan untuk dimanfaatkan sebagai fungsi pendinginan, yang saat ini masih dominan memakai zat dengan nama Freon. Walaupun saat ini sudah beredar Freon jenis ramah lingkungan, tapi Freon lama yang kurang ramah lingkungan masih banyak disukai karena sifatnya yang efisien.
Zat Freon ini, tidak membahayakan lingkungan selama tidak terlepas ke udara alias instalasi AC tidak ada kebocoran. Oleh karena itu perlu kiranya, paling tidak setahun sekali anda perlu mengundang teknisi AC untuk sekedar memeriksa kebocoran Freon ini.
Indikasi terhadap kebocoran Freon juga mungkin sekali terjadi bila ruangan menjadi tidak sesejuk biasanya ketika AC dinyalakan.
Bila instalasi bocor, Freon yang terlepas di udara, bila masuk ke ruangan, jelas akan sangat membahayakan, karena zat Freon ini termasuk gas tidak tampak dan tidak berbau, tapi sangat beracun. Sedang bila terlepas ke udara bebas di luar, walaupun mungkin kontribusinya kecil, tetap secara kolektif, hal ini akan berdampak pada menipisnya lapisan ozon di atmosfir dan peningkatan efek rumah kaca.
Menipisnya lapisan ozon berdampak pada tidak tersaringnya sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Sementara peningkatan efek rumah kaca, dapat mengakibatkan kenaikan suhu bumi secara global yang dapat mengganggu keteraturan iklim dunia.
AC di rumah anda memang diakui sangat bermanfaat. Tapi tanpa kepedulian dalam pengoperasian dan pemeliharaannya, AC yang sepertinya sederhana bisa mengancam keamanan dan kesehatan kita, keluarga kita dan mungkin anak cucu keturunan kita. />
Perawatan AC
Bila rumah Anda menggunakan pendingin ruangan atau air conditioner (AC), jangan lupa untuk merawatnya secara rutin. Sebab AC yang tidak dirawat secara berkala dan seksama, tal hanya menimbulkan polusi udara tapi juga menjadi tempat penyebaran penyakit, salah satunya masalah pernapasan. Lihat Central AC Repair
Home AC yang kotor akibat jarang dibersihkan, dapat menyimpan berbagai virus dan bakteri yang secara terus menerus menyebar ke seluruh ruangan dan masuk ke indera penciuman para penghuninya. Akibatnya, si penghuni pun akan mengalami sakit atau infeksi berulang kali.
Berikut perawatan yang sebaiknya Anda lakukan agar AC dapat bekerja optimal dan tahan lama:
1. Jangan lupa matikan AC
Bila bepergian atau ruangan tidak digunakan, jangan lupa untuk mematikan Home AC. Meski pengoperasiannya cukup mudah, karena sudah disediakan remote control, tapi perawatan yang satu ini kerap diabaikan.
Bila udara tidak terlalu panas, usahakan untuk mematikan sekitar satu atau dua jam dalam sehari. Bila perlu gunakan reminder atau timer yang terdapat dalam fasilitas AC. Ketika AC sudah dimatikan, buka lebar-lebar jendela dan pintu agar terjadi pertukaran udara (Central AC Repair).
2. Rawat kebersihan AC
Periksalah komponen saringan (filter) udara pada AC, minimal sebulan sekali. Penyaring udara yang kotor akan menghambat proses sirkulasi udara dan menjadi tempat yang nyaman bagi kuman, bakteri maupun jamur.
Bakteri inilah yang akan mengalir ke bagian evaporator coil (gulungan penguap) kemudian menyebar kembali ke seluruh ruangan. Komponen AC yang kotor dapat mempengaruhi kinerja sistem pendingin menjadi lebih berat, sehingga tidak menghasilkan dingin yang maksimal dan boros (Repair AC).
3. Selektif dalam penggunaan
Minimalkan potensi gangguan kesehatan dengan seselektif mungkin penggunaan AC, sebab bila di ruangan yang sama terdapat anggota keluarga yang sakit, virus dan kumannya dapat terbantu penyebarannya melalui AC (AC Central).
Jadi bila ada anggota keluarga yang sakit flu, misalnya, usahakan seminimal mungkin menggunakan AC. Saran ini juga berlaku bila ada salah satu anggota keluarga yang merokok di dalam ruangan atau bila ruangan dan perabotannya tengah dibersihkan.
4. Periksa kondensor AC
Pastikan kondensor (AC Central) yang terletak di luar rumah bersih dari debu, semak belukar dan dedaunan. Bila ingin membersihkan, matikan dulu AC dan bersihkan debu yang menempel dengan menggunakan vacuum cleaner.
5. Pastikan alat kondensor yang terletak di luar rumah bersih dari debu, semak-semak atau dedaunan. Tentu saja, sebelum Anda melakukannya, matikan pendingin ruangan terlebih dahulu. Anda dapat membersihkan debu dari kondensor tersebut dengan menggunakan vacuum cleaner. Lihat AC Repair Service dan Home AC Repair.
6. Lakukan perawatan rutin Agar lebih aman, rawatlah AC (Repair AC) dengan memanggil teknisi pembersih AC (AC Repair Service) yang dipercaya minimal enam bulan sekali. Perawatan ini tak hanya demi kesehatan keluarga, tapi juga untuk memastikan AC menjadi lebih panjang umur dan hemat biaya bulanan listrik.
Tips merawat dan memperbaiki AC rumah
dengan 4 komentar
Pertama kali tinggal di Bintaro, saya sering menerima brosur mengenai perawatan AC, mulai dari berbentuk amplop, leaflet hingga brosur berlaminating yang bisa digantung. Sebenarnya agak curiga sih dengan sangat banyaknya brosur perawatan AC yang masuk hampir setiap hari ini. Cuman, karena saking seringnya, dan karena harga yang ditawarkan standard Rp 25.000- per pencucian, akhirnya setelah beberapa bulan memakai AC saya memutuskan untuk memanfaatkan jasa perawatan AC ini.
Seperti biasa, trik yang dilakukan adalah menelpon beberapa penyedia jasa menanyakan biaya untuk perawatan AC -tentunya yang dipilih yang alamatnya ‘dekat’ dari rumah. Akhirnya saya memilih penyedia jasa yang terkesan professional -paling tidak respon saat ditelepon sangat bagus. Singkat kata si penyedia jasa datang, dan sangat mengejutkan karena selain tidak berseragam, si tukang servis AC ini cenderung bergaya preman. Kira-kira dialognya:
“Pak kalau cuci AC aja bisa kan?” (konfirm karena di telpon si petugas bilang bisa dan biayanya 25rb)
“Wah ga bisa pak, ini freonnya harus diganti, percuma kalau dicuci” (what, padahal ini AC baru)
“Oh gitu, ga usah diganti pak, dicuci aja”
“Engga bisa pak, coba lihat ini, freonnya bocor” (sambil membuka pipa sehingga muncul busa)
“Tuh pak, kalau gini artinya bocor, percuma kalau dicuci saja” (sekali lagi menunjukkan tanda memaksa)
Akhirnya karena tidak ada titik temu, saya batalkan acara perawatan AC itu. Si tukang servis, mulanya memaksa untuk membayar biaya charge sebesar 25rb (what, preman abis), walau akhirnya kami hanya memberi uang rokok 10rb. Parah.
Belajar dari pengalaman di menghubungi jasa seperti ini, maka kami memutuskan untuk menghubungi jasa service AC yang memiliki kantor fisik. Pilihan jatuh ke Rumah AC -letaknya di depan STAN Bintaro. Ternyata hasilnya sangat bagus. Biayanya relatif lebih mahal 35rb, tapi petugasnya berseragam dan ‘jujur’. Menurut petugas dari Rumah AC, ternyata Freon kami tidak perlu diganti -karena masih bagus dan dingin.
Beberapa kali puas menggunakan jasa Rumah AC, akhirnya suatu hari si AC ini bermasalah lagi, putaran AC indoor-nya lemah. Langsung kami panggil Rumah AC lagi. Menurut saran dari petugas rumah AC ternyata motor AC kami lemah, standar karena Panasonic yang kami miliki produk lokal. Sarannya motor AC-nya diganti, total sekitar 700rb. Tidak lupa si petugas dengan ‘baiknya’ menyarankan agar membeli komponen motor AC-nya langsung di service resmi di Panasonic Center di BSD. Perkiraan harga motor AC-nya 400rb. (ini contoh ‘kejujuran’ si petugas)
Singkatnya, kami menghubungi service center resmi Panasonic tersebut. Tarifnya memang relatif mahal, biaya home visit 15rb, biaya service 125rb. Tapi karena penasaran, maka kami menggunakan jasa resmi tersebut. Hasilnya ternyata kami tidak perlu mengganti Motor AC, cukup mengganti kapasitor AC seharga 11rb. Wah wah wah.
Kesimpulan:
1. Service Resmi Panasonic, merupakan orang yang paling pintar, paham dan menguasai best practices seputar AC Panasonic dengan baik. Bahkan mereka yang sudah lama bermain dengan AC, seperti Rumah AC bisa jadi salah mendiagnosa. Sama seperti masalah kesehatan, third party opinion itu penting
2. Bahkan Toko Penjual AC bisa jadi salah, setelah di review oleh Service Resmi Panasonic, ternyata ada beberapa pemasangan AC kami yang salah. Seperti jarak antara AC dan plafon yang terlalu dekat.
3. Rawatlah AC secara rutin, teorinya 3 bulan sekali, kalau keberatan ya paling tidak disesuaikan dengan frekuensi penggunaan dan kondisi rumah.
Rabu, 31 Maret 2010
CARA MERAWAT AC(AIR CONDITIONAL)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar